ON / BY anira/ IN Blog, Kuliner/ 0 Comment

Bentuk Buah dan Sayur Hasil Rekayasa Genetika– Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak para ilmuwan yang berlomba membuat penemuan sebagai perkembangan dari ilmu biologi dan teknologi. Salam satunya adalah dengan cara rekayasa genetika. Rekayasa genetika adalah proses menyisipkan DNA baru secara manual kepada suatu organisme. Sering juga disebut modifikasi genetika, adalah manipulasi secara langsung dari gen organsime menggunakan bioteknologi. Tujuan dari rekayasa pada tumbuhan berbuah adalah seperti meningkatkan hasil panen dan mutu produksi, meningkatkan gizi, tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Beberapa buah dan sayuran berikut ini adalah yang berhasil di rekayasa genetikanya dan menghasilkan spesies yang unik.

1. CUCAMELON

cucamelon buah rekayasa genetik

Cucamelon ini merupakan spesies baru yang menggabungkan antara mentimun, semangka, dan jeruk nipis. Ukuran dari buah cucamelon ini sebesar buah anggur, dengan tampilan seperti semangka mini, dan memiliki rasa seperti mentimun dan jeruk nipis. Tanaman ini berasal dari Meksiko berabad-abad yang lalu dan dapat tumbuh dengan mudah di pot maupun pekarangan rumah. Kelebihannya yaitu tanaman cucamelon sangat kebal terhadap serangan hama dan lahan yang kering. Rasanya yang segar membuat buah ini cocok untuk dikonsumsi langsung, dicampur dalam cocktail atau sebagai campuran salad.

2. PINK PINEAPPLE

pink pineapple buah rekayasa genetika

Sudah pernahkan Anda melihat nanas dengan warna daging yang merah muda? Jenis nanas ini nge-hits di Instagram. Ternyata jenis nanas ini memang benar ada. Dilansir foxnews.com, DNA nanas yang telah dipatenkan disuntikkan dengan dosis lycopene, pigmen merah yang biasa ditemukan pada tomat dan semangka.

Meski terlihat seperti dicelupkan ke dalam zat pewarna buatan, namun nanas pink ini benar-benar aman dikonsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat juga sudah merilis izin resmi bagi produsen nanas pink untuk bisa memasarkan buah ini pada 2016 lalu. Selain eyecatching, sasa dari Pink Pineapple ini juga enak.
3. PEACOTUM
 peacotum buah rekayasa genetika
Peacotum adalah nama baru spesies buah yang terekayasa dari 3 jenis buah yaitu apricot, peach, dan plum. Sepintas dari luar buah ini mirip dengan tomat. Namun setelah dibelah buah ini menyerupai plum dengan rasa dan tekstur buahnya seperti apricot. Buah ini banyak di gemari di Amerika dan dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang diberi label nectacotum.
Peacotum memiliki kadar terpenoid lebih tinggi yang berguna sebagai antimikroial, pestisidal dan antifungal, sehingga buah ini memiliki daya tahun lebih lama. Bahkan kini peacotum tengah dikembangkan lebih jauh lagi, karena antioksidannya sangat besar. Yang utama cara penanaman dan pengolahannya terbilang mudah dan cepat menghasilkan.
4. LEMATOS
lematos buah rekayasa genetika
Buah tomat yang direkayasa menjadi beraroma lemon dan bunga mawar ini dinamakan lematos. Tomat trensgenik ini mengubah gen basil jeruk, ocimum basilicum, menjadi enzim pembuat aroma baru, yakni geraniol synthase. Lematos memiliki warna merah muda yang dipengaruhi setengah lycopen. Sedangkan tomat konvensional mengandung lycopen seluruhnya. Untuk mengimbangi kadar rendah dari lycopen, lematos memiliki kadar terpenoid lebih tinggi yang berguna sebagai antimikroial, pestisidal dan antifungal, sehingga lematos memiliki daya tahun lebih lama.
Tapi banyak peneliti yang belum yakin terhadap penemuan buah iini dan harus berhati-hati karena dalam buah ini terdapat kandungan yang dapat berbahaya bagi tubuh.
5. GRAPPLE
grapple buah rekayasa genetik
Grapple ini merupakan hasil rekayasa dari buah anggur dan apel. Buah ini memiliki bentuk layaknya apel tetapi dengan tekstur buah seperti anggur. Untuk rasanya, buah ini memiliki perpaduan dari keduanya. Setelah mengalami rekayasa genetika, keunggulan dari grapple tidak hanya memiliki rasa baru, tapi kandungan nutrisi yang ada di dalamnya juga mengalami peningkatan. Grapple memiliki dosis vitamin C sangat tinggi, melebihi kandungan yang dimiliki apel dan anggur.
Namun dalam merekayasa genetika, untuk menghasilkan grapple tidak bisa dilakukan sembarangan. Untuk buah apel merupakan pilihan dengan kualitas yang cukup baik. Sementara anggur dipilih jenis tertentu, disesuaikan dengan rasa yang akan dihasilkan. Gen anggur yang dimasukkan pada apel akan sangat berpengaruh kuat terhadap rasa yang dihasilkan.
6. APEL YANG TIDAK MUDAH MEMBUSUK
apel arctic buah rekayasa genetika
Jenis apel ini dinamakan Apel Arctic. Apel Arctic adalah apel rekayasa genetika pertama di dunia yang daging buahnya tidak berubah menjadi cokelat setelah dipotong. Buah hasil rekayasa genetik ini dikembangkan oleh perusahaan Kanada Okanagan Specialty Fruit dan sudah mulai dipasarkan di supermarket di Kanada.
Kelebihan dari apel ini yaitu daging buahnya tidak berubah menjadi cokelat seperti apel pada umumnya, baik setelah digigit atau dipotong. Apel pada umumnya akan berubah warna setelah dipotong. Hal ini disebabkan oleh enzim yang disebut polifenol oksidase (PPO) yang dikeluarkan buah apel. Rekayasa genetika yang dilakukan membuat apel ini punya PPO lebih rendah sehingga daging buahnya tidak mudah berubah warna kecoklatan seperti apel biasa.
7. APEL PINK
apel pink buah rekayasa genetika
Jenis apel yang satu ini punya warna pink yang menggiurkan. Disebut dengan nama ‘Pink Pearl’, apel pink dikembangkan sejak tahun 1944 oleh Albert Etter di California, AS. Kulit luar apel jenis ini berwarna kuning dengan semburat warna pink. Warna daging buahnya pun beragam, dari pink cerah, pink pucat hingga pink dengan gradasi warna putih.
Apel ini sudah lama dijual di pasaran Amerika Serikat dan kabarnya memang lebih banyak dijual di California. Jenisnya pun beragam, ada yang disebut ‘Pink Princess’, ‘Pink Lady’ dan ‘Surprize’. Pada 2014 supermarket Tesco menjual apel ini dengan kisaran harga Rp 31.000 per 4 buah apel.

Leave A Comment