ON / BY Suryaningsih/ IN Blog, Travel/ 0 Comment

1. Tersesat.

Travelling –  tanpa tersesat itu bagai masakan tanpa garam. Memang sih kalau bisa ada baiknya kalau bisa sampai tujuan dengan tepat, tapi mungkin perjalananmu bakal biasa-biasa aja. Nyatanya, tersesat adalah hal yang sangat lumrah, apalagi buat kamu yang baru pertama kali mengunjungi tempat asing.

Toh tempat di mana kamu tersesat dan tempat tujuan awalmu sama-sama merupakan tempat yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya kan? Jadi, sah-sah aja kalau mau planning kemana aja tujuan kamu nanti, asal jangan terlalu terpaku pada tempat itu-itu saja. Justru lokasi baru yang jauh lebih menawan banyak ditemukan oleh traveller-traveller yang tersesat loh. Sekali-sekali boleh deh menyesatkan diri!

2. Jalan kaki.

Kalau udah niat travelling, mending buang jauh-jauh deh yang namanya “mager”. Apalagi buat kamu yang mau berhemat, wajib banget tuh yang namanya jalan kaki. Ada banyak keuntungan yang bakal kamu rasakan dengan berjalan kaki. Selain hemat biaya, berjalan kaki akan membuat tubuhmu menjadi lebih bugar dan bersemangat sepanjang hari.

Poin plusnya lagi, dengan berjalan kaki kamu akan menemukan dan mengeskplorasi tempat-tempat tersembunyi yang gak bisa dilaluin oleh kendaraan. Kamu jadi tau deh tempat-tampat yang baru dan gak mainstream! Capek itu pasti, tapi kamu akan merasakan kalau keringat yang kamu keluarkan setimpal dengan apa yang kamu temui.

3. Naik transportasi publik.

Gak selamanya juga kamu harus jalan kaki selama travelling kok. Ada saatnya juga kamu harus pergi ke suatu tempat yang cukup jauh atau karena cuaca yang tidak bersahabat. Itulah saatnya kamu berkesempatan untuk naik transportasi publik yang biasa digunakan oleh masyarakat setempat. Perlu diingat, ada baiknya jika kamu mengecek jadwal keberangkatan transportasi publik tertentu seperti bis kota dan kereta. Namun, kamu pun bisa menawar biaya transportasi apabila kendaraan yang kamu naiki sifatnya pribadi.

4. Mencoba makanan ter-lokal.

Setiap negara pastinya memiliki makanan paling lokal  yang sangat menjadi ciri khas dari negara tersebut. Bagaimana kamu bisa tahu apa makanan khas di suatu daerah? Mudah saja. Street food dari suatu daerah akan mudah kamu jumpai di pasar malam, warung dan depot makanan, bahkan di pinggiran jalan sekalipun. Kamu pun bisa bertanya pada masyarakat setempat atau temanmu yang pernah berkunjung kesana mengenai makanan tradisional yang ada. Kalau Indonesia punya nasi goreng, maka India punya biryani dan Jepang punya mie ramen.

5. Melakukan hal ter-ekstrim.

Jangan ngaku sebagai petualang pemberani kalau kamu ternyata gak punya nyali. Banyak hal yang menguji tingkat adrenalin yang dapat kamu temui di berbagai wilayah belahan dunia yang layak untuk dilakukan minimal sekali seumur hidupmu. Tentunya hal-hal ekstrim tersebut bergantung pada faktor geografis dan budaya dari masing-masing wilayah. Jika kamu mengunjungi suatu wilayah yang memiliki lautan luas, maka salah satu tantangan yang dapat kamu lakukan adalah berenang bersama para hiu. Sedangkan jika wilayah tersebut terdiri dari perbukitan dan dataran tinggi, maka kamu dapat merasakan bagaimana jatuh dari ketinggian menggunakan parasut melalui atraksi skydiving.

6. Belajar bahasa setempat.

Sebelum kamu memulai sebuah perjalanan, ada baiknya jika kamu membaca tentang bahasa yang digunakan oleh orang-orang di wilayah tersebut. Setidaknya, coba hafalkan beberapa kata penting atau kalimat sapaan yang biasa mereka gunakan sehingga kamu tidak terlalu kebingungan pada saat bertemu orang-orang disana. Namun jika kamu tidak sempat mempelajari apapun, bawalah kamus saku atau gunakan aplikasi penerjemah bahasa di gadgetmu dan cobalah untuk mengatakannya. Kebanyakan orang setempat akan merasa bahwa kamu berusaha menjadi bagian dari mereka dan mereka akan lebih menghargai serta tak segan untuk menolongmu.

7. Tidur seadanya.

Apa yang akan kamu lakukan jika tempat yang kamu kunjungi jauh dari peginapan atau perkotaan? Situasi tersebut sangat mungkin terjadi apabila suatu saat nanti kamu mengunjungi pantai, hutan, danau atau bukit yang masih belum tersedia fasilitas akomodasi apapun. Pilihan satu-satunya adalah mencari cara agar bisa melewati malam hari di sana. Tenda, sleeping bag, ataupun hanging bag dapat menjadi alternatif teman tidurmu. Tidak hanya hemat biaya, kamupun bisa tidur dibawah bintang-bintang malam yang tidak dapat kamu jumpai saat kamu tidur di atas kasur kamarmu.

8. Foto, foto dan foto.

Memori yang telah kamu lalui takkan menjadi basi dengan kehadiran sejumlah perangkat teknologi seperti handphone dan kamera yang memungkinkan dan memudahkanmu untuk mengabadikan setiap momen dalam bentuk gambar. Seraya tak perlu untuk disuruh, kebanyakan orang yang berkunjung ke suatu tempat baru akan segera ber-selfie­ ria dengan latar belakang pemandangan yang indah. Hal tersebut tidaklah salah. Namun, perlu kamu sadari bahwa masih ada begitu banyak obyek yang dapat kamu abadikan guna menambah wawasanmu daripada hanya sekadar ber-selfie ria semata. Contohnya mengabadikan pakaian tradisional dan kehidupan masyarakat setempat.

9. Belanja souvenir.

Sebelum pulang ke rumah, memang tak lengkap rasanya kalau belum membawa oleh-oleh khas dari suatu tempat. Kebanyakan para penjaja souvenir tersebut notabene merupakan penduduk setempat. Rata-rata harga yang kamu dapatkan akan cukup seragam antara penjual yang satu dengan lainnya, karena barang yang mereka jual sifatnya homogen (sejenis). Boleh-boleh saja jika kamu mau menawar apalagi jika membeli dalam jumlah yang besar. Namun, kalau kamu memiliki uang lebih, sebaiknya jangan terlalu menawar, anggap saja kamu beramal dan berterimakasih kepada mereka atas kesempatan berpetualang yang telah kamu dapatkan disana.

Leave A Comment