ON / BY anira/ IN Blog, Kesehatan/ 0 Comment

Manfaat kalajengking – Kalajengking atau yang bernama ilmiah Scorpiones termasuk kedalam kelas Arachnida dari ordo Scorpiones, masih bersaudara dengan laba-laba, mites, dan ticks.  Seperti yang kita ketahui kalajengking merupakan salah satu hewan yang memiliki bisa atau racun yang apabila tertanam ditubuh sangat berbahaya bahkan taruhannya adalah nyawa. Racun dari sengatan kalajengking ini memiliki senyawa neurotoxin yang terdiri dari protein kecil dan juga sodium dan potassium, yang berguna untuk mengganggu transmisi neuro sang korban. Kebanyakan kalajengking tidak berbahaya bagi manusia; sengatannya hanya menghasilkan efek lokal (seperti rasa sakit, pembengkakan). Namun beberapa spesies kalajengking, terutama dalam keluarga Buthidae dapat berbahaya bagi manusia. Salah satu yang paling berbahaya adalah Leiurus quinquestriatus, dan anggota dari genera Parabuthus, Tityus, Centruroides, dan terutama Androctonus. Kalajengking yang paling banyak menyebabkan kematian manusia adalah Androctonus australis. Beberapa orang pemberani di dunia telah banyak menjadikan kalajengking sebagai hewan peliharaan selain saudaranya tarantula.

Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi juga menyelipkan di pidatonya tentang harga rancun kalajengking yang tinggi. Sekelompok peneliti dari Maroko baru saja menciptakan alat pemerah racun kalajengking yang dikontrol menggunakan remote. Alat tersebut menempel pada buntut dan menggunakan listrik untuk menstimulasi kelenjar racun kalajengking. Dikombinasikan dengan tingkat kesulitan untuk mengambilnya, kebutuhan akan racun kalajengking pun mendorong harganya hingga ke titik Rp 145 milyar per liter.

Mengapa demikian? ternyata dibalik keganasan racunnya tersebut menyimpan maanfaat yang luar biasa. Diantaranya dagingnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit termasuk sipilis, racun hewan ini digunakan untuk penyembuhan kanker, penghilang rasa sakit, dan membantu mencegah penolakan tubuh akibat transplantasi organ. Penjabarannya yaitu seperti ini.

1. Obat Penghilang Rasa Sakit

Periset telah meneliti senyawa alami yang ditemukan dalam racun kalajengking sebagai obat penghilang rasa sakit. Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013 menemukan bahwa racun kalajengking bekerja secara aktif sebagai obat penghilang rasa sakit. Harapannya, temuan itu akhirnya bisa mengarah pada pengembangan obat baru untuk manusia.

2. Menerangi Sel Kanker

Racun kalajengking yang menyakitkan juga bisa digunakan untuk membantu perawatan kanker di masa depan. Periset dari Pusat Penelitian Kaker Fred Hutchinson, University of Washington dan startup Blaze Biscience telah mengembangkan “cat tumor” yang menggunakan molekul fluorescent yang menempel pada racun alami seperti racun kalajengking. Ini menempel pada kanker, secara efektif menerangi sel kanker. Metode ini menjalani uji klinis dan memungkinkan dokter untuk menentukan lokasi dan tingkat pertumbuhan kanker yang tepat dalam tubuh.

3. Membantu Cegah Penolakan Organ

Racun kalajengking atau versi disintesisnya, juga berpotensi untuk digunakan dalam obat imunosupresan. Obat-obatan ini digunakan untuk mengurangi tubuh yang menolak organ transplantasi. Imunosupresan sering menyebabkan efek samping yang parah bagi pasien sehingga mengembangkan tipe baru mungkin menguntungkan.

4. Mencegah Kegagalan Bypass Jantung

Peneliti Inggris mengungkapkan bahwa racun kalajengking bisa menjadi kunci untuk mencegah kegagalan bypass jantung. Jika seseorang mengalami gangguan pada jantung, maka perawatan yang diperlukan adalah melakukan operasi bypass. Operasi ini dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke jantung pada orang yang diketahui memiliki penyakit koroner berat sehingga berisiko terkena serangan jantung.

“Racun ini bekerja dengan menekan respon alami pembuluh darah terhadap cedera sehingga menjaga pembuluh darah tetap bersih. Efektivitas toksin ini membuat kami terkejut dan hanya dibutuhkan sedikit molekul untuk mendapatkan efeknya,” ujar ketua penelitti Profesor Beech, seperti dikutip dari Dailymail.

5. Mengobati Arthritis

Penelitian menunjukkan bahwa racun kalajengking dapat memblokir keropos tulang, menjadikannya zat bermanfaat untuk mengobati kondisi seperti penyakit rematik atau rheumatoid arthritis dan osteoarthritis. Pada 2011, pria kuba berusia 71 tahun mengklaim bahwa ia dapat mengatasi rasa sakitnya dengan membiarkan kalajengking menyengatnya setidaknya sebulan sekali.

6. Mencegah Malaria

Racun kalajengking juga merupakan sekutu yang tidak mungkin dalam perang melawan malaria. Pada tahun 2011, seorang peneliti dari University of Maryland memodifikasi jamur parasit yang sarat dengan zat yang ditemukan dalam racun kalajengking untuk menyerang parasit malaria yang ditemukan di dalam nyamuk.

Sumber: netralnews, tribunnews, kompasiana

Hewan ini memang banyak ditemukan disekitar kita. Tetapi jangan sekali-sekali untuk sembarangan menangkap hewan ini apalagi mengganggu habitatnya. Mulai rusaknya habitat asli kalajengking mengakibatkan kita sering menemukan mereka mengendap-endap di dalam rumah. Tempat yang disenangi kalajengking sebagai rumah adalah seperti ditempat yang lembab di bawah pepohonan besar atau rumpun bambu, dengan tanah yang agar berpasir lebih disukai dari pada jenis tanah liat, karena kalajengking di alam bebas biasanya tinggal di lubang di antara akar-akar pepohonan. Kalajengking menjalankan aktifitasnya biasanya di pagi dan sore hari, pada siang hari waktu lebih banyak dihabiskan untuk bersembunyi di sarangnya. Namun di jaman ini banyak kalajengking yang hidup ditempat kotor seperti di gudang atau dibawah puing bangunan seperti genteng bekas.

Kalajengking merupakan hewan yang menyukai tempat yang hangat. Jika berada di suhu udara 14 derajat celcius, biasanya kalajengking akan menjadi hewan yang tidak aktif, teman-teman. Untuk mengetahui lokasi mangsanya, kalajengking memanfaatkan getaran dari tanah. Selain itu, kalajengking juga memiliki kemampuan mengendus dengan baik.

Kalajengking yang memiliki ukuran besar, ternyata racunnya tidak mematikan seperti halnya kalajengking yang berukuran sedang, hingga paling kecil. Kalajengking sedang dan kecil, lebih agresif dibandingkan yang besar.

 

Leave A Comment