ON / BY anira/ IN Blog, Kesehatan/ 0 Comment

Buah dan sayur pencegah kanker – Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan yang tidak normal pada sel tubuh yang berkembang menjadi sel kanker. Selanjutnya penyebaran sel kanker dengan cepat merambat dalam tubuh dan menimbulkan kematian pada penderita. Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua golongan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun. Pola hidup dan makan yang kurang baik menyebabkan resiko yang tinggi terhadap terjangkitnya penyakit kanker. Sel kanker dapat tumbuh di semua bagian tubuh dan sampai saat ini belum ada obat yang dengan instan menyembuhkan pasien kanker. Banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai upaya pencegahan penyakit kanker ini salah satunya adalah menanamkan pola hidup sehat, serta rutin mengkonsumsi buah dan sayur. Buah dan sayuran ini dapat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel kanker karena banyak mengandung zat yang baik untuk tubuh.

Tomat

tomat mencegah kanker

Kebanyakan orang hanya menganggap tomat sebagai buah berasa asam manis yang lazim dimanfaatkan sebagai sayuran dan bumbu penambah rasa dalam hidangan. Tak banyak yang tau betapa besar khasiat tomat untuk mencegah kanker.

Kekayaan likopen dalam tomat, dan disempurnakan dengan deretan vitamin A, C, E dan B menjadi kekuatan tomat untuk melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel dan aktivitas abnormal regenerasi sel. Dalam publikasi jurnal tahun 2013 pada The Nutritional Science and Vitaminology dikatakan tomat memiliki kekuatan untuk mencegah kanker prostat dan pencernaan dalam prosentasi yang relatif tinggi.

Sayuran Berdaun Hijau

Dengan mengkonsumsi sayuran tanpa pestisida pastinya akan memperkuat tubuh dan banyak vitamin dan kegunaannya, karena sayuran hijau memiliki kandungan kalori, lemak, dan sodium yang rendah, sehingga juga dapat membantu kamu mempertahankan berat badan. Para ahli menganjurkan untuk rutin mengonsumsi bayam, kangkung, selada air karena kandungan antioksidan, vitamin C, dan beta karotennya dipercaya ampuh mencegah kanker. Tak hanya itu kandungan glucosinolates dapat mengeluarkan toxic dalam tubuh anda secara alami.

Berry

berry mencegah kanker

Segala jenis berry baik itu strawberry, blueberry, cranberry, raspberry dan jenis berry lain dikenal memiliki kekayaan flavonoid dan antosianin yang tinggi. Antosianin dikenal sebagai salah satu anti karsinogen atau melawan faktor toksin yang merusak DNA.

Dalam jurnal yang diterbitkan tahun 2013 The Anticancer Agents in Medicinal Chemistry, dikatakan bahwa blue berry, salah satu jenis berry dengan kadar antosianin tertinggi memiliki kemampuan mematikan sel kanker stadium II dari jenis kanker payudara, kanker kolon dan kanker prostat.

Meski kandungan antosianin dalam strawberry atau raspberry tidak sebanyak blue berry, namun jenis berry yang lebih mudah ditemukan di Indonesia ini mengandung kekayaan polifenol dan terpenes yang sangat penting untuk menjaga regenerasi sel, termasuk mencegah pembentukan sel abnormal.

Sirsak

sirsak mencegah kanker

Meski sebenarnya lebih dikenal di Indonesia, rupanya buah satu ini belakangan mulai populer di dunia berkat kandungan senyawa yang diklaim bisa bekerja serupa dengan kemampuan kemoterapi untuk menurunkan intensitas pertumbuhan sel kanker, menghalangi aliran suplai nutrisi menuju sel kanker, hingga sel kanker akan mati dengan sendirinya.

Menurut sumber healthy eating ditemukan adanya kandungan annonalin dan quinolones, sejenis flavonoid yang bekerja menekan pertumbuhan sel kanker. Meski belum sepenuhnya diakui, beberapa pakar melihat adanya potensi kedua senyawa ini sebagai salah satu alternatif kemoterapi.

Delima Merah/ Pomegranate

delima mencegah kanker

Delima memang dikenal sebagai salah satu buah dengan nutrisi dan anti oksidan terbaik, namun jenis delima yang satu ini jelas bukan delima biasa. Ada sederet anti oksidan mulai dari flavonoid, quercetin, antosianin, tanin dan polifenol bekerja sama membantu mengatasi radikal bebas, me ngatasi oksidasi sel yang memicu kerusakan DNA dan mencegah pembentukan regenerasi sel abnormal yang berbahaya.

Diakui jenis buah delima satu ini tak mudah Anda dapatkan di Indonesia, Anda pun hanya bisa mendapatkannya di beberapa supermarket berukuran besar. Namun menambahkan semangkuk sereal pagi Anda dengan bulir pomegranat akan sangat bermanfaat untuk kehamilan.

 

Mengkudu

mengkudu mencegah kanker

Buah tropis satu ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu anti kanker terbaik dari tanah melanesia. Dengan aroma khasnya justru tersimpan sederet manfaat termasuk kemampuan sebagai detoksifikasi dan mencegah oksidasi sel serta mempertahankan kondisi DNA. Ini semua berkat kandungan proxeronine, quercetin, pinoresinol, scolopetin, dan beberapa kandungan penting lain.

Menambahkan noni juice sebagai salah satu menu harian Anda akan memberi Anda sederet manfaat. Kandungan vitamin, mineral dan astringent di dalamnya menyegarkan dan menutrisi tubuh Anda. Sedang di sisi lain kandungan anti oksidannya sekaligus bekerja mengatasi radikal bebas dalam tubuh Anda dan mencegah serta mengatasi pembentukan sel abnormal.

Riset yang dikembangkan oleh Hirazumi dan Fususawa dari The University of Hawaii pada tahun 2001 dikatakan bahwa dalam buah Noni ditemukan sejumlah senyawa yang bekerja sebagai agen anti karsinogen yang menyerang agresivitas sel yang bertransformasi dan mengatasi sel yang menyerang sel sehat.

Rempah-rempah

rempah mencegah kanker

Di indonesia tentu saja mudah sekali di temui rempah-rempah, seperti Kunyit yang umumnya digunakan sebagai bumbu pelezat masakan atau pewarna makanan alami. Namun tidak banyak yang tahu bahwa tanaman ini merupakan salah satu bahan makanan yang paling sering digunakan dalam diet kanker, karena terbukti dapat menurunkan ukuran tumor dan melawan kanker usus besar dan payudara. Selain kunyit, lada hitam, bawang putih, cabai rawit, oregano, peterseli, dan daun basil juga dipercaya dapat melawan peradangan, mencegah virus-virus penyebab kanker, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jangan sepelekan manfaat rempah-rempah ini ya kawan.

 

Sumber: deherba, lifestyle kompas

Leave A Comment