ON / BY anira/ IN Blog, Event/ 0 Comment

HUT RI ke-73 – Momen pengibaran bendera pusaka tentunya tidak luput ditayangkan live di stasiun televisi Indonesia. Selain kehikmatan upacara, pasti banyak masyarakat yang menantikan detik-detik pengibaran bendera merah putih oleh paskibraka Indonesia. Berbalut pakaian putih, langkah serentak mereka memang menjadi daya tarik saat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik tentang paskibraka Indonesi

1.Sejarah Paskibraka Indonesia

Paskibraka ini kepanjangan dari Pasukan Kibar Bendera Pusaka. Lambang Paskibraka adalah setangkai bunga teratai yang mulai mekar dan dikelilingi gelang rantai berbentuk bulat serta belah ketupat berjumlah masing-masing 16. Makna dari lambang tersebut ialah, bunga teratai sebagai simbol sesuatu yang tumbuh di lumpur dan berkembang di permukaan air. Dimaksudkan anggota Paskibraka yang tumbuh dari orang biasa dari tanah air yang sedang mekar dan membangun. Tiga Kelopak bungan tumbuh ke atas berarti, belajar, bekerja dan berbakti. Sedangkan tiga helai kelopak ke arah mendatar bermakna aktif, disiplin dan gembira. Mata Rantai melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia, tanpa memandang suku, agama, status sosial dan golongan.

Paskibraka terdiri dari 17 pasukan pengiring, 8 pembawa bendera, dan 45 pasukan pengawal yang merupakan simbol dari tanggal 17 Agustus 1945 (17-08-45).

Gagasan Paskribra lahir tahun 1946 saat memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-1. Gagasan ini ternyata diberikan oleh Mayor (Laut) Husein Mutahar yang juga merupakan seorang pencipta lagu “Syukur” dan mars “Hari Merdeka” yang sering dilantunkan pada upacara 17 Agustus-an di Istana Negara.

Paskibraka pertama kali dicetuskan oleh Idik Sulaeman. Pria tersebut tidak hanya mencetuskan nama, Ia juga menyempurnakan seluruh kelengkapan Paskibraka mulai dari metode pelatihan, silabus, atribut dan lain-lain.

Penyempurnaan wujud Paskibraka meliputi Seragam Paskibraka, Lambang Korps, Lambang Anggota, serta Tanda Pengukuhan berupa Lencana Merah-Putih Garuda (MPG) dan Kendit Kecakapan.

Dahulu nama paskibraka adalah Pasukan Pengerek Bendera Pusaka dan berubah pada tahun 1973 menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Mulai tanggal 17 Agustus 1968, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka adalah para pemuda utusan provinsi.

2. Istilah lain dalam paskibraka 

Siswa siswi yang lolos pemilihan dan  memulai latihan akan mendapat sebutan capas atau capaska yaitu kepanjangannya calon paskibraka. Jika telah mengikuti upacara pengibaran bendera maka disebut Paskibraka, setelah bertugas maka berubah menjadi Purna Paskibraka.

3. Seleksi Paskibraka

Untuk menjadi paskibraka sangat sulit. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Pertama setiap sekolah berhak mengirim 10 anak (lima putra dan lima putri) kelas 2 SMA/SMK/MA. Mereka akan ikut seleksi kota selama seminggu pada bulan April. Syaratnya selain tinggi adalah nilai rapor dan tes kesehatan. Kriteria fisik sebagai calon paskibraka memang cukup tinggi yaitu untuk putra 170-180 centimeter dan putri 165 – 175 centimeter. Karena itulah seleksi fisik ini menjadi penentu awal siswa lolos menjadi capaska.

Kriteria lain tidak berkacamata. Kaki tidak tinggi sebelah dan tidak berbentuk O atau X. Sehat jasmani dan rohani. Setelah lolos, mereka akan masuk tes provinsi pada bulan Mei. Jika lolos, setiap provinsi akan mengirim dua pasang (dua putra dan dua putri) ke nasional. Di tingkat nasional, mereka hanya akan memilih satu pasang untuk setiap provinsi. Jadi akan ada 68 anak dari 34 provinsi yang akan mengikuti seleksi nasional dan menjadi paskibraka.

4. Hukuman Bagi Paskibraka

 

Setiap daerah memiliki hukuman masing-masing bagi paskibraka. Biasanya jika bendera terbalik atau berbentuk kupu-kupu maka mereka harus push up. Tapi jika bendera terbalik di Istana Negara maka hukumannya pasti jauh lebih berat.

Konon Paskibraka di level nasional akan ditembak bius andai bendera yang dikibarkan terbalik. Namun hingga saat ini tidak ada konfirmasi resmi perihal ini dari Istana Negara. Sepertinya hal itu hanya rumor semata. Untungnya, hingga saat ini tidak ada tragedi bendera terbalik saat pengibaran di level nasional.

Tentu menjadi pemuda pemudi paskibraka yang terpilih menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi mereka. Mengalahkan banyak kontestan dan lolos tingkat nasional merupakan kehormatan. Bertemu pejabat hingga dikukuhkan oleh presiden RI. Faktanya banyak purna paskibraka yang berprestasi setelah mengantongi pengalaman berharga mereka ini.

Leave A Comment